Senin, 17 Desember 2012

KONDENSATOR & RESISTOR

MENGUKUR/MENGUJI KONDENSATOR ELEKTROLIT

Untuk menemukan baik atau rusaknya kondensator elektrolit digunakan Ohmmeter.Simbol dari kondensator elektrolit adalah :

Pengujian kondensator elektrolit dengan Ohmmeter sebaiknya dilepaskan dari rangkian pesawat. Untuk kondensator elektrolit basah dari radio tabung, listrik yang yang tersimpan di dalam kondensator tersebut harus dibuang lebih dahulu sehingga tak merusak Ohmmeter yang digunakan untuk mengujinya. Cara membuang sis tenaga listrik tersebut yaitu dengan mengadakan hubung singkat antara kaki kondensator. Setelah sisa listrik itu dibuang dari kondensator elektrolit, maka selanjutnya kita dapat menggunakan Ohmmeter untuk mengujinya.

Demikian juga sebelum mengukur kondensator elektrolit kering, sisa listrik yang tersimpan didalamnya dibuang terlebih dahulu. Sesudah itu baru diukur dengan Ohmmeter. Jika kondensator elektrolit yang hendak diukur dengan Ohmmeter belum pernah digunakan, tak perlu membuang sisa listrik pada kondensator tersebut. Jadi dapat langsung mengujinya dengan Ohmmeter.

Sifat kondensator elektrolit yang baik pada waktu diuji dengan Ohmmeter akan memberi keterangan sebagai berikut :

Mula-mula kondensator hanya menunjukkan Ohm tertentu, sesudah itu jarum penunjuk Ohmmeter turun secara cepat ke arah kiri hingga minimum seperti kedua ujung testpen Ohmmeter tak terjadi hubung singkat. Waktu yang dibutuhkan jarum penunjuk Ohmmeter turun ke bawah minimum kurang dari satu detik. Testpen Ohmmeter yang dipergunakan untuk menguji kondensator elektrolit harus dipertukarkan oleh si penguji.

Agar lebih jelas cara menguji kondensator elektrolit, perhatikan gambar di bawah :
Pada gambar di atas batas ukur Ohmmeter yang dipergunakan adalah 2.000 Ohm hingga 2 Megaohm, range selectror switch diputar ke X 1K. Pada saat kondensator elektrolit itu diuji (dites dengan testpen Ohmmeter), jarum penunjuk Ohmmeter menunjukkan Ohm tertentu misalnya 10 Ohm. dan kemudian turun secara cepat ke arah kiri Ohmmeter(minimum). Setelah itu jarum penunjuk Ohmmeter dipertukarkan arahnya dan dites pada kaki kondensator elektrolit yang sama. Hasil pengujian tersebut harus sama dengan hasil pengujian pertama kali. Keadaan demikian menunjukkan kondensator elektrolit dalam keadaan baik.

Seandainya kondensator elektrolit yang diukur dengan testpen Ohmmeter ternyata menunjukkan harga ukuran tertentu (Ohmmeter tertentu), jarum penunjuk Ohmmeter tak mau turun kembali kearah kiri Ohmmeter lagi. Jadi jarum penunjuk Ohmmeter tetap menunjukkan harga Ohm tertentu. Keadaan demikian menunjukkan bahwa kondensator elektrolit tersebut sudah rusak dan telah berubah fungsi menjadi tahanan. Kondensator elektrolit yang demikian sudah tentu tak dapat dipergunakan lagi maka harus diganti dengan yang baik (baru).

Dan seandainya pada saat menguji kondensator elektrolit, jarum penunjuk Ohmmeter hanya sebentar menunjukkan harga Ohm tertentu, kemudian turun ke arah kiri Ohmmeter dan tidak mencapai harga minimum, keadaan yang demikian menunjukkan bahwa kondensator elektrolit tersebut kurang baik mutunya. Agar pesawat yang direparasi berjalan dengan normal kembali sebaiknya kondensator tersebut diganti dengan yang baik.

Demikian cara pengujian baik atau rusknya kondensator elektrolit pasa saat reparasi pesawat radio, amplifier atau pesawat lainnya.

Berikut ini adalah tabel pengujian kondensator elektrolit dengan Ohmmeter :
Sedangkan untuk mengukur kondensator 47 uf sampai dengan 4.700 uf, range selector switch X 10 dengan batas ukur 2 Ohm sampai dengan 20 KiloOhm, hasil pengujian yng ditunjukkan harus sama dengan keterangan pada tabel. Sedangkan untuk mengukur kondensator tetap di bawah 1 uf harus digunakan Ohmmeter dengan kapasitas ukuran 20 megaOhm sampai dengan 50 megaOhm.

Kondensator tetap di bawah 1 uf yang biasanya diberi simbol :

misalnya kondensator keramik, polisester, mika, MKM, dan milar.
Cara pengujian baik atau rusaknya kondensator tersebut dengan Ohmmeter sama dengan cara pengujian kondensator elektrolit. Untuk menguji kondensator tersebut range selector switch harus diputar ke batas ukur X 10 kiloOhm (2 KiloOhm sampai dengan 20 megaOhm) atau di atas harga 20 megaOhm. Hasil pengujian mula-mula jarum penunjuk Ohmmeter menunjukkan harga tertentu, kemudian turun secara cepat ke arah kiri Ohmmeter (lamanya gerakan jarum penunjuk Ohmmeter kurang lebih satu atau beberapa detik).

Agar hasil tes dengan Ohmmeter lebih meyakinkan, dapat mengujinya kembali dengan Kapasitansimeter (alat tes khusus untuk kondensator tetap).

VARIABEL CONDENSATOR (VARCO)

Demikian juga cara pengukuran Varco yang berkotak plastik sama dengan pengukuran kondensator variabel biasa lainnya, yaitu dengan Ohmmeter. Antara kaki varco b dan kaki varco c tidak boleh terjadi hubung singkat (jarum ohmmeter tidak boleh bergerak). Demikian juga dengan tespen + dipindahkan ke kaki varco a tak menunjukkan hubung singkat. Pada waktu dites dengan Ohmmeter, rotor varco diputar perlahan-lahan dari arah minimum ke arah maksimum dan sebaliknya. Jika pada waktu dites ternyata pointer (jarum Ohmmeter) tak bergerak berarti Varco itu dalam keadaan baik (tak terjadi hubung singkat). Tetapi sebaliknya jika pada waktu dites ternyata jarum Ohmmeter bergerak dan menunjukkan harga tertentu maka Varco tersebut rusak karena terjadi hubungan singkat. Demikian juga dengan pengukuran kondensator trimmer dengan cara yang sama.

Agar lebih jelas cara pengukuran Varco dengan Ohmmeter, perhatikan gambar dibawah :
 

MENGUKUR KONDENSATOR VARIABEL

Konstruksi kondensator variabel sudah ditetapkan, bahwa antara pelat-pelat rotor dan pelat-pelat satator tidak boleh terjadi hubung singkat pada saat rotor diputar perlahan-lahan dari harga minimum ke harga maksimum atau sebaliknya. Dengan demikian cara pengukuran dengan Ohmmeter terbatas pada hubung singkat atau tidaknya. Jika rotor diputar perlahan-lahan pada saat diuji dengan Ohmmeter, dan ternyata pointer bergerak maka pada kondensator variabel tersebut terjadi hubung singkat. Terjadinya hubung singkat ini disebabkan pelat rotor bersentuhan dengan pelat stator pada kondensator variabel tersebut. Hubung singankat ini harus ditiadakan, yaitu dengan membetulkan pelat-pelat rotor yang bersentuhan dengan pelat-pelat stator pada kondensator variabel.
Jika pelat-pelat rotor dan pelat-pelat stator pada kondensator variabel sudah diperbaiki dan antara pelat-pelat tersebut tidak terjadi hubungan singkat lagi pada waktu di tes dengan Ohmmeter, maka kondensator variabel tersebut sudah baik (dalam keadaan normal).

Agar lebih jelas tentang cara mengukur kondensator variabel dengan Ohmmeter, perhatikan gambar di bawah :
 

KODE ANGKA KONDENSATOR

Kapasitas kondensator dan daya tahannya terhadap suatu tegangan biasanya dicantumkan pada kondensator tersebut dengan ukuran uF atau pf. Untuk kondensator yang memakai uf biasanya dicantumkan uf-nya pada badan kondensator tersebut, sedangkan kondensator yang tidak tercantum kata uf di badan kondensator tersebut biasa ukuran kondensator memakai ukuran pf. Untuk kondensator yang memakai pf, angka pertama dan angka kedua dari sebelah kiri menyatakan besarnya bilangan, angka ketiga menyatakan banyaknya nol yang dapat dihubungkan dengan angka pertama dan angka kedua yang sudah membentuk bilangan.
Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut :
Keterangan :
  1. Angka pertama dan angka kedua menyatakan bilangan 10, angka ketiga bernilai 1 menyatakan bahwa banyak nol hanya 1 buah, Jadi kondensator tsb berukuran 100 pf.
  2. Angka pertama dan angka kedua menyatakan bilangan 68, angka ketiga tidak ada, Jadi kondensator keramik berukuran 68 pf.
  3. Angka pertama dan angka kedua menyatakan bilangan 20, angka ketiga bernilai 3, Jadi kondensator keramik berukuran 20.000 pf.
  4. Merupakan kondensator keramik yang memakai ukuran uf = 0,o1 uf.
  5. Angka pertama dan angka kedua pada kondensator milar menyatakan bilangan 47, angka ketiga bernilai 3 menyatakan banyaknya nol ada tiga buah. Jadi kondensator milar berukuran 47.000 pf.

KONDENSATOR VARIABEL

Kondensator variabel adalah kondensator yang kapasitasnya (kemampuan dalam menyimpan tenaga listrik dapat diubah-ubah). Kondensator variabel ada yang dielektrikumnya dengan udara dan ada juga yang dielektrikumnya dengan mika.
Kondensator variabel dan Varco diberi simbol
sedang kondensator Trimer diberi simbol
Berikut ini adalah kondensator variabel. Untuk sebelah kiri kondensator variabel terbuat dari bahan tembaga atau pelat aluminium dengan badan dielektrikum udara. Sedangkan sebelah kanan adalah kondensator variabel (varco) yang terbuat dari bahan lembaran tipis tembaga atau alumnium dan dielektrikum dengan mika seperti kertas plastik dan dibungkus dengan kotak plastik.

Kedua jenis kondensator di atas dapat dipakai untuk radio transistor.

KONDENSATOR TETAP

Kondensator tetap umumnya mempunyai dielktrikum mika, kertas parafin dan keramik seperti kondensa dan kerafar. Kondensator tetap merupakan kondensator yang mempunyai kapasitas tetap dalam menyimpan elektron (tenaga listrik), misalnya kondensator mika, kondensator keramik, kondensator milar, kondensator MKM dan kondensator elektrolit. Kondensator tetap seperti kondensator mika, kondensator kertas, kondensator keramik , kondensator milar, kondensator MKM dan kondensator polyster diberi simbol :
Sedangkan kondensator elektrolit diberi simbol
Bentuk-bentuk kondensator diperlihatkan gambar di bawah ini :

KONDENSATOR (KAPASITOR)

Kondensator adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan memuat (menyimpan) elektron2 atau tenaga listrik selama waktu yang tidak tertentu. Kemampuan untuk menyimpan tenaga listrik pada kondensator disebut kapasitas (kapasiteit) kondensator. Penyimpanan tenaga listrik oleh kondensator tidak disertai proses kimia. Berbeda dengan akumulator yang dipakai di mobil yang juga menyimpan tenaga listrik tetapi mengalami proses kimia.
Tiap2 kondensator mempunyai daya tampung elektron dan daya tahan terhadap tegangan tertentu. Daya tahan ini perlu diperhatikan betul2 pada waktu praktek. Pemberian tegangan (volt) melebihi batas tegangan yang ditetapkan akan mengakibatkan kondensator itu meledak, kondensator yang dapat meledak biasanya kondensator elektrolit yang disingkat ELCO.Cara pemasangan elco ini harus diperhatikan, kaki kondensator yang berkutub positip harus dipasang bersambung dengan kutub positip dari power supply (sumber tenaga), begitu juga kaki kondensator yang berkutub negatip harus dihubungkan ke kutub negatip dari sumber tenaga. jika terjadi kesalahan pemasangan, kondensator itu dapat rusak dan mungkin juga meledak.
Kondensator adalah alat yang sangat penting dan sangat banyak digunakan di dalam teknik radio, amplifier, televisi, adaptor, dan pesawat elektronika lainnya. Kondensdator sedikitnya terdiri dari dua pelat logam yang berhadapan satu sama lain dan dipisahkan olehg bahan isolasi yang disebut dielektrikum. adapun pelat logam pada kondensator dapat dilukiskan sebagai berikut.


Kedua pelat kondensator (pelat A dan pelat B) dihubungkan ke dinamo. Suatu ketika kondensator itu sudah terisi penuh tenaga listrik. Setelah kondensator itu terisi penuh dengan tenaga listrik, lalu dilepaskan dari dinamo. Kemungkinan kaki pelat A dan kaki pelat B dari kondensator disambung secara hubung singkat, maka timbullah loncatan bunga apiu ketika terjadi hubungan singkat tersebut. Kejadian ini membuktikan bahwa kondensator dapat menyimpan listrik. Tentu saja kondensator yang dicoba harus berkapasitas besar misalnya elco 2200 uF/50V atau 4700uF/50V.

Jenis-jenis kondensator :
  • Kondensator tetap
  • Kondensator variabel

-----------------------------------------------------------------------------------------

RESISTOR

     Hambatan atau resistor adalah komponen listrik yang berfungsi sebagai penahan/rem arus listrik. Walaupun hambatan ini dapat meneruskan arus listrik namun tidak dengan begitu saja arus listrik dapat melintasi hambatan. Karena bahan untuk membuat hambatan itu sendiri terdiri dari bahan yang sulit menghantarkan arus listrik, maka arus listrik itu tidak mungkin dapat melaluinya tanpa mendapatkan rintangan atau hambatan.
Bentuk pisik hambatan ada bermacam-macam. Ada yang berbentuk kotak dan ada pula yang berbentuk silinder. Besar kecilnya hambatan ini tergantung dari kemampuannya dalam menahan panas (daya), semakin besar panas yang mampu diterima semakin besar pula bentuk pelawannya. Biasanya kemampuan dari pelawan menerima panas dari arus listrik di­nyatakan dalam W (watt). Huruf W ini tercetak pada badan resistor yang harganya disebutkan tidak dengan menggunakan kode warna.
Untuk menentukan nilai dari hambatan ada dua macam, yaitu pada badannya ditulis dengan angka langsung, dan menggunakan kode warna. Pada dua buah ujung yang berlawanan pada hambatan dipasang dua buah kawat yang tidak saling berhubungan. Kawat ini berfungsi untuk menem­pelkan diri dengan komponen listrik maupun komponen elektronika dalam suatu rangkaian elektronika, dan kawat ini disebut terminal.
Di antara kedua terminal pelawan dapat terjadi tegangan apabila padanya dialiri arus listrik. Besarnya tegangan ini dapat dicari dengan menggunakan hukum Ohm.
Ada dua macam hambatan yang sesuai dengan fungsinya, yaitu hambatan tetap dan hambatan Variabel. Pelawan tetap adalah hambatan yang mempunyai nilai hambatan tetap. Sedangkan yang dimaksud hambatan variabel adalah hambatan yang nilai hambatannya dapat diatur.
Hambatan variabel ada beberapa macam, yaitu NTC, LDR, VDR, Trimpot dan potensiometer. Semua hambatan tersebut selain potensiometer mem­punyai dua buah terminal, sedangkan potensiometer sendiri mempunyai tiga buah terminal.

NTC adalah singkatan dari Negative Temperature Coefisien. NTC im mempunyai nilai hambatan yang dipengaruhi oleb suhu (temperatur) disekitarnya. Apabila suhu disekitarnya naik, maka harga hambatannya turun dan bila suhu disekitarnya turun harga hambatannya naik. Panas di sini yang dimaksudkan adalah panas yang disebabkan oleh ber­tambahnya arus yang mengalir pada hambatan. Dengan sifat yang dimiliki­nya, NTC dapat berfungsi sebagai pelindung komponen elektronika dalam rangkaian.

LDR, singkatan dari Light Depending Resistor. LDR ini mempunya harga hambatan yang dipengaruhi oleh cahaya (sinan) disekitarnya. Pada saat cahaya kuat (siang hari) harga hem batan besar, dan pada saat tidal ada cahaya (malam hari) harga hambatannya rendah. LDR ini biasa dipakai untuk sakiar otomatik pada lampu jalan dan lampu taman
VDR., singkatan dari Voltage Depending Resistor. VDR ini mempi nyai harga hambatan tergantung dari tegangan yang terjadi padanya Pada seat tegangan yang diberikan besar, maka harga hambatnnya kecil, dan pada saat tegangan turun harga hambatannya naik juga. Fungs VDR ini sama dengan NTC, hanya penyebab perubahan harga hambatannya yang berbeda.
Trimpot, singkatan dari timmer potensiometer. Trimpot ini berfung si untuk merubah hambatan yang jumlahnya kecil.
Potensiometer, adalah hambatan variabel yang dapat mengubah harga hambatan untuk jumlah yang besar.

KALKULATOR RESISTOR

Beberapa waktu yang lalu sudah sudah dibahas materi dari kode warna Resistor yang menjelaskan arti dari kode warna sebuah resistor dan menentukan nilai dari resistor tersebut. Nah, bagi rekan2 yang masih belum paham dapat menggunakan sofware berikut ini sebagai kalkulator untuk menentukan nilai sebuah resistor. Rekan2 dapat link download disni.
Caranya menggunakan sofware ini cukup simple dan mudah :

  1. Instal sofware setelah di download.
  2. Maka akan keluar kokat dialog seperti gambar berikut
  3. Tentukan lebih dahulu resistor - 4 warna atau 5 warna4.
  4. Lalu klik pada gambar resistor yang diinginkan.
  5. Silahkan klik warna2 yang ada di bawah komponen Resistor
  6. Sebaiknya dalam klik warna dimulai dari sebelah kiri ring warna

HAMBATAN HUBUNG JAJAR

Hambatan yang dihubungkan jajar dapat dicari harga perlawanan totalnya dengan menggunakan rumus berikut ini :
Rt = 1/R1 + 1/R2 + 1/R2
Keterangan:
RT = Jumlah hambatan
R1, R2, Rn = harga perlawanan dari masing-masing hambatan
n= banyaknya hambatan.
Contoh:
1. Diketahui : Gambar seperti di bawah

R1 = R2 = 100 Ohm
Ditanyakan : RT ?
Jawab :

1/Rt = 1/R1 + 1/R2
1/Rt = 1/100 + 1/100
1/Rt = 2/100
1/Rt = 1/50
Rt = 50/1 = 50 Ohm

Apabila hambatan dalam hubungan jajar diberi tegangan dari baterai maka pada rangkaian tersebut akan mengalir arus. Besarnya anus yang mengalin ini dapat dicari dengan cara seperti berikut ini .

2. Diketahui : Gambar seperti di bawah
R1 = R2 = 100 Ohm dan V = 6 Volt
Ditanya : a. Rt ?
b. I, I1 dan I2 ?
Jawab:

a. Rt = ....
1/Rt = 1/R1 + 1/R2
1/Rt = 1/100 + 1/100
1/Rt = 2/100
1/Rt = 1/50
Rt = 50/1 = 50 Ohm

b. I, I1 dan I2
I = V/Rt
I = 6/50 = 120 mA
I1 = V/R1
I1 = 6/100 = 60 mA
I2 = V/R2
I2 = 6/100 = 60 mA

HAMBATAN SERI

Hambatan-hambatan bila dihubungkan secara berderet akan dapat dicari harga hambatan totalnya dengan menggunakan rumus berikut ini :

Rt = R1 + R2 + R3
Keterangan :
RT = harga hamabatan total
R1, R2, R3, Rn = harga hambatan masing-masing hamabatan
n = banyaknya hambatan.
Contoh:
1. Diketahui : Gambar seperti di bawah :
R1 = R2 = 100 Ohm
Ditanya : Rt ?
Jawab :

Rt = R1 + R2 = 100 Ohm + 100 Ohm = 200 Ohm.

2. Diketahui : Gambar seperti di bawah :
R1 = 20 Ohm
R2 = 80 Ohm
R3 = l50 Ohm
R4 = 100 Ohm

Ditanya : Rt ?
Jawab :

Rt = R1 + R2 + R3 + R4 = 20 + 80 + 150 + 100 = 350 Ohm.
Apabila hambatan dalam hubungan deret diberi tegangan dari baterai, maka pada rangkaian tersebut akan mengalir arus. Besarnya arus yang me­ngalir tersebut, dapat dicari dengan cara seperti berikut ini :


R1 = R2 = lOO Ohm
V = 6 V

Ditanya :a. Rt ?
b. I atau arus ?

Jawab :
Rt = R1 + R2 = 100 + 100 = 200 Ohm
I = V / Rt = 6 / 200 = 0,03 A = 30 mA.

KODE WARNA RESISTOR

Untuk menentukan nilai dari hambatan ada dua macam, yaitu pada badannya ditulis dengan angka langsung, dan menggunakan kode warna. Pada dua buah ujung yang berlawanan pada hambatan dipasang dua buah kawat yang tidak saling berhubungan. Kawat ini berfungsi untuk menempelkan diri dengan komponen listrik maupun komponen elektronika dalam suatu rangkaian elektronika, dan kawat ini disebut terminal. Di antara kedua terminal hambatan dapat terjadi tegangan apabila padanya dialiri arus listrik. Besarnya tegangan ini dapat dicari dengan menggunakan hukum Ohm. Satuan dari hamabatan adalah Ohm (Omega), dan biasanya dinyatakan dengan simbol R. Nilai hambatan yang dinyatakan dengan kode warna, maka warna itu disusun seperti gambar dibawah :


Contoh:
Cara menggunakan kode warna untuk menentukan nilai hambatan suatu hambatan
  1. Diperlukan sebuah pelawan 800 ohm dengan toleransi 5%, maka kode warna yang terdapat pada pelawan adalah: Kelabu - Hitam - Coklat - Emas
  2. Suatu hambatan dengan nilai hambatan 27 Kilo Ohm dengan toleransi 10%, maka kode warna yang tercantum pada pelawannya adalah Merah - Ungu - Jingga - Perak
  3. Suatu hambatan mempunyai kode warna sebagai berikut: Coklat - Ungu - Biru - tak berwarna , harga hambatan dari hambatannya adalah 17 Mega Ohm dengan toleransi 20%. Atau ditulis 17 Mega Ohm 20%
  4. Suatu hambatan mempunyai kode warna sebagai berikut: Jingga - Merah - Emas, - Perak , maka harga hambatan dari hambatannya adalah 3,2 Ohm 10%
  5. Suatu hambatan dengan kode warna sebagai berikut: Ungu - Kuning - Jingga - Perak , maka harga hambatan dari hambatannya adalah 74 Kilo Ohm 10%

TAHANAN LISTRIK

Seperti halnya dengan air, listrik yang mengalir selalu ada yang menahan-nahan kecepatan arusnya. Dikatakan listrik yang mengalir mendapat tahanan. Pada kawat yang besar tahanan itu kecil. Pada kawat yang kecil tahanan itu besar. Pada kawat tembaga atau perak tahanan itu kecil dan kawat besi tahanannya lebih besar. Tahanan diberi simbol R diukur dengan satuan Ohm yang ditulis dengan huruf Yunani Omega (Ω) .
Ukuran yang lain :
1 Ohm = 1 Ω
1 K Ohm = 1 K Ω
1 M Ohm = 1 M Ω
1 K Ω = 1.000 Ω
1 M Ω = 1.000 K Ω
1 M Ω = 1.000.000 Ω



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar